8 June 2004
Krakatau Tur AS-Kanada (Bahasa version)
Posted by admin under: Festival .
WASHINGTON DC - Ini perlawatan panjang dan melelahkan bagi grup musik Krakatau. Sepanjang Juni-Agustus ini, kelompok musik jazz Indonesia itu menguji diri di depan publik dan kalangan pecinta jazz di Amerika Serikat dan Kanada.
Wartawan koran ini di Washington DC, Ramadhan Pohan, melaporkan, acara itu merupakan rangkaian World Tour 40 Negara yang sudah dirintis grup yang kini menamakan diri sebagai jazz karawitan tersebut. Terhitung sejak awal tur pada 2002, AS merupakan negara ke-16 yang dikelilingi Krakatau.
Di AS, konser Krakatau dilangsungkan di Washington DC, Bowling Green Ohio, Urbana-Champaign Illinois, Chicago, Madison Wisconsin, Colorado Springs, dan Toronto (Kanada). Di kota-kota AS itu, Krakatau tidak hanya berkonser, tetapi juga melakukan workshop di kampus-kampus yang memiliki studi etnomusikologi.
Namun, yang terpenting, Krakatau diundang tampil dalam pelbagai tempat prestisius, seperti Lincoln Center Out Door Festival di New York, Hot Summer Jazz Festival di St Paul, Minneapolis, serta dua lainnya Toronto Jazz Festival dan Vancouver Jazz Festival. Di festival-festival itu, Krakatau menyejajarkan dirinya dengan musisi jaz kelas dunia.
Kuatkah modal Krakatau unjuk gigi di negeri kiblat jaz dunia di Amerika Utara itu? ” Kita cukup mempersiapkan segala sesuatunya. Modal kami “pede” atas ramuan musik yang selama ini kami godok dan semoga tetap bagus ditampilkan,” kata Dwiki Dharmawan, pimpinan Krakatau, setelah konser di University of District Columbia (UDC) , Washington DC, kemarin.
Dari formasi terakhir tur Amerika-Kanada ini, hanya ada dua musisi yang bertahan sejak berdirinya Krakatau pada 1984. Yaitu Dwiki (sinteziser dan kibor) dan pemegang bas, Pra Budidharma. Krakatau kini dilengkapi Gerry Herb (drum), Adhe Rudiana (kendang, perkusi, simbal), Zainal Arifin (bonang, perkusi, suara), dan Yoyon Darsono (rebab, suling, terompet, kecapi, suara).
Di Washington DC, sekitar 900 penonton di auditorium UDC puas menyaksikan penampilan perdana Krakatau. Ada yang menarik, sebagian penonton Indonesia yang domisili AS seperti kaget menyaksikan Krakatau sekarang.
Pasalnya, mereka terbawa image Krakatau yang dulu lebih ke jaz pop lewat album perdana dengan hits Gemilang (1987), La Samba Primadona (1988) atau Kau Datang (1989) yang dinyanyikan Trie Utami.
Krakatau sekarang lebih “serius” dan tidak terlalu dibebani popularitas atau komersialisasi. Sebenarnya, gaya atau tongkrongan jaz Krakatau sekarang sudah berjalan lama, sejak dekade lalu. Yakni ketika mereka menelurkan album Mystical Mist (1994) dan Magical Match (2000).
http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=111042

