1 June 2005
KRAKATAU AKAN MERILIS DUA ALBUM SEKALIGUS
Posted by admin under: Album; Projects .
Dalam perjalanan karir Krakatau selama kurang lebih 20 tahun – 10 tahun dengan format jazz & karawitan – telah menghasilkan 2 album bercorak racikan worldmusic & jazz. Rentang kedua album tersebut masing-masing Mystical Mist dan Magical Match kurang lebih 5 tahun. Sehingga Dwiki Dharmawan, pimpinan kelompok yang beranggotakan 7 orang musisi ini pernah berkelakar, sepertinya Krakatau harus mengeluarkan album setiap 5 tahun sekali.
Dalam sebuah kesempatan Jumpa Pers berkaitan penampilan Krakatau di Festival Tiga Budaya/Agama di Spanyol, Sabtu (28/05) kemarin, Dwiki menyinggung dua hal yang akan terjadi dalam 2 bulan kedepan. Pertama, soal rencana keberangkatan mereka dalam tur Eropa Barat yang akan mendatangi sedikitnya 6 negara. Dan yang kedua adalah rencana dirilisnya album Krakatau yang kali ini dibundel menjadi 2 album sekaligus.
“Kita akan langsung rilis dua album baru yang berbeda dengan album sebelumnya, yaitu two worlds yang merupakan penampilan live Krakatau dan kolaborasi dengan musisi mancanegara dan album percussion reformation,” kata Dwiki Dharmawan.
Dua album tersebut direncanakan akan dirilis pada 8 Agustus 2005 setelah Krakatau selesai melakukan tour di Eropa yaitu di Spanyol, Belanda, Prancis dan Swiss, Italia dari 3 Juli hingga 1 Agustus 2005.
Album two worlds akan berisi 12 lagu hasil kolaborasi Krakatau dengan musisi mancanegara, sedangkan album percussion reformation akan berisi delapan lagu, demikian keterangan Pra Budi Darma, bassis yang rencananya akan membawa bass khusus yang dirancang mirip gitar gambus. “Ini bass unik. Sekalian supaya bisa digesek juga”, demikan ujar Pra lebih lanjut.
“Dua belas lagu pada album two worlds merupakan hasil kolaborasi dengan musisi-musisi internasional seperti musisi Amerika pada tiga lagu, lima lagu dengan musisi Kanada, dua lagu dengan musisi Italia, dan dua lagu Krakatau sendiri,” kata Dwiki.
Musisi mancanegara tersebut seperti yang pernah disinggung oleh WartaJazz.com dalam liputannya mendampingi Krakatau tahun lalu yakni Howard Levy, Chicago Amerika yang merupakan musisi harmonika nomor satu di Amerika, bassis Drew Birston dan pianis Ron Davis, gitaris Reg Schwagger, Andrew Tillmar, Paul Hole - kelimanya dari Toronto, Kanada, dan Bariton saksofonis terbaik dari Italia, Carlo Actis Dato.
Sementara itu, bassist Krakatau Pra Budi Dharma mengatakan lima lagu kolaborasi dengan musisi Kanada yaitu pada lagu Two Worlds, Pine Crescent, Bambu Putih, Swing O’lendro, Toronto Jams dan Maple Song.
“Dua lagu kolaborasi dengan musisi Italia yaitu Baritone Funk dan Double Bands at TIM yang merupakan rekaman live di TIM Jakarta, sedangkan lagu dengan musisi Amerika yaitu Levy’s Groove dan Chicago Sessions dan Bunga Tembaga merupakan lagu vokal dari Ubiet (vokalis Krakatau),” kata bassist yang sempat dikira sebagai Native American ketiga tur ke US tahun lalu.
Mengenai album Percussion Reformation, Pra B Dharma menjelaskan ada delapan lagu yaitu dua versi lagu Percussion Reformation, dua versi lagu Toronto Percussion Jams, Kuntulanisme, Premordial Dance, dan lagu bernuansa Aceh yaitu Tari Puket serta Uhang Jaeuh yang diambil dari tradisi di Kerinci.
“Kuntulanisme merupakan lagu yang diilhami kesenian daerah Kuntulan dari Banyuwangi Jawa Timur,” kata Pra B Dharma yang juga pendiri Krakatau Band itu.
Krakatau digawangi oleh tujuh orang personel yaitu Dwiki Dharmawan (Keyboard & Syntesizer), Pra Budi Dharma (Electric Fretless Bass), Adhe Rudhiana (Kendang and Percussions), Yoyon Dharsono (Multi Traditional Instruments), Zainal Arifin (Gamelan and Percussions), Gerry Herb (Drummer) dan vokalis Nya Ina Raseuki yang akrab dipanggil Ubiet. (*/Agus Setiawan Basuni/WartaJazz.com)
One Comment so far...
august Says:
18 August 2008 at 2:14 pm.
Gw suka banget ama Krakatau. Gw dah ngefans ama krakatau sejak SMP di Bandung (album Haiti), wkt itu vocalisnya masih Trie Utami dkk (Pra B, Gilang, Dwiki, Donny, Indra) tp skr gw keilangan mrk krn mungkin gw yg kurang info ato krakatau yg krang sosialisasi. Btw gw ngefans berat ama jazz Indonesia Krakatau yg sebelumnya gw jg ngefans ama Bhaskara (Lulu Purwanto).
Btw atas apresiasi gw ama Krakatau gw ngundang Krakatau di The Rock Cafe Hotel grand Flora Kemang Jaksel dalam acara Guns N Roses Nite by Powerslaves (27 agustus 08 jam 21.00) meski warnanya beda ama Krakatau, tp vocalisnya Heidy Ibrahim (Powerslaves) bisa dikolaburasiin ke Jazz spt contoh Harry Mukti dg Adegan sebuah warna vocal Harry yg ngerock dipadu dg jazz keren abis. Dateng ya…. Senior2 Krakatau.

